"Berjuta rasa-rasa yang tak mampu diucapkan kata-kata.."
Penggalan lirik lagu ini mungkin cocok menggambarkan apa yang sedang dialami beberapa temen gue. Dan curhat alias curahan hati adalah ritual wajib bagi mereka yang mengidap penyakit menular ini. Setidaknya dengan curhat, tingkat kegalauan bisa menurun.
Berbicara tentang jatuh cinta dan curhat, gue ini sebenarnya adalah orang yang cukup berpengalaman dalam hal 'menampung' curahan hati Sejak duduk di bangku SD sampai duduk di bangku mobil trantib (gue kena razia waria waktu itu).
Entah kenapa gue selalu menjadi 'Mahkamah Konstitusi' tempat orang mengadu. Apa karena gue selalu diam dan menjadi pendengar yang baik saat ada orang mengeluarkan isi perutnya. Ralat, maksud gue isi hatinya.
Tapi ada beberapa hal yang gue dapatkan dengan menjadi pendengar yang baik. Salah satunya, bahwa mereka yang curhat itu hanya ingin ceritanya didengarkan. Jadi kalau diantara kalian ada yang menjadi tempat curhat, cukuplah:
Dengarkanlah
Gue ulangi, Mereka yang menghampiri kita untuk curhat jelas tujuannya hanya ingin ceritanya didengarkan. Dan juga tanda bahwa mereka percaya kepada kita. Maka hormatilah mereka dengan menjadi pendengar yang baik.
Berikan respon dan pertanyaan sewajarnya
Cerita yang disampaikan pencurhat bisa saja menarik untuk disimak. Tapi bahkan bisa sangat membosankan pula. Tapi tetaplah mendengarkan, jangan memberikan respon dan pertanyaan yang bisa menganggu pencurhat dalam bercerita. Apalagi mengatakan bahwa ceritanya tidak menarik dan mengalihkan pembicaraan.
Dan satu hal penting yang jarang disadari orang lain.
Solusi
"Aduh, gue bingung harus gimana." atau "Menurut lu, gue harus ngapain?" dsb. Adalah kalimat yang sering kita denger dalam curhat. Nah, ada perbedaan antara curhat laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung menggunakan logika, data dan fakta. Sehingga saat menghadapi masalah, otak pria berorientasi pada solusi. Maka berikanlah mereka solusi atas apa yang mereka keluhkan dalam curhat. Berbeda dengan laki-laki, para perempuan tidak membutuhkan solusi atas curhat mereka. Mereka hanya ingin berbagi emosi. Justru kalau kalian memberikan solusi, mereka hanya akan mengganggapnya sebagai interupsi yang cukup mengganggu.
Itulah analisis gue, hasil dari buka praktik sunat ilegal selama 30 tahun. Semoga bermanfaat untuk kalian yang sering menjadi tempat mengadu. Jadilah agen migas yang jujur dan bersahaja!
Penggalan lirik lagu ini mungkin cocok menggambarkan apa yang sedang dialami beberapa temen gue. Dan curhat alias curahan hati adalah ritual wajib bagi mereka yang mengidap penyakit menular ini. Setidaknya dengan curhat, tingkat kegalauan bisa menurun.
Berbicara tentang jatuh cinta dan curhat, gue ini sebenarnya adalah orang yang cukup berpengalaman dalam hal 'menampung' curahan hati Sejak duduk di bangku SD sampai duduk di bangku mobil trantib (gue kena razia waria waktu itu).
Entah kenapa gue selalu menjadi 'Mahkamah Konstitusi' tempat orang mengadu. Apa karena gue selalu diam dan menjadi pendengar yang baik saat ada orang mengeluarkan isi perutnya. Ralat, maksud gue isi hatinya.
Tapi ada beberapa hal yang gue dapatkan dengan menjadi pendengar yang baik. Salah satunya, bahwa mereka yang curhat itu hanya ingin ceritanya didengarkan. Jadi kalau diantara kalian ada yang menjadi tempat curhat, cukuplah:
Dengarkanlah
Gue ulangi, Mereka yang menghampiri kita untuk curhat jelas tujuannya hanya ingin ceritanya didengarkan. Dan juga tanda bahwa mereka percaya kepada kita. Maka hormatilah mereka dengan menjadi pendengar yang baik.
Berikan respon dan pertanyaan sewajarnya
Cerita yang disampaikan pencurhat bisa saja menarik untuk disimak. Tapi bahkan bisa sangat membosankan pula. Tapi tetaplah mendengarkan, jangan memberikan respon dan pertanyaan yang bisa menganggu pencurhat dalam bercerita. Apalagi mengatakan bahwa ceritanya tidak menarik dan mengalihkan pembicaraan.
Dan satu hal penting yang jarang disadari orang lain.
Solusi
"Aduh, gue bingung harus gimana." atau "Menurut lu, gue harus ngapain?" dsb. Adalah kalimat yang sering kita denger dalam curhat. Nah, ada perbedaan antara curhat laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung menggunakan logika, data dan fakta. Sehingga saat menghadapi masalah, otak pria berorientasi pada solusi. Maka berikanlah mereka solusi atas apa yang mereka keluhkan dalam curhat. Berbeda dengan laki-laki, para perempuan tidak membutuhkan solusi atas curhat mereka. Mereka hanya ingin berbagi emosi. Justru kalau kalian memberikan solusi, mereka hanya akan mengganggapnya sebagai interupsi yang cukup mengganggu.
Itulah analisis gue, hasil dari buka praktik sunat ilegal selama 30 tahun. Semoga bermanfaat untuk kalian yang sering menjadi tempat mengadu. Jadilah agen migas yang jujur dan bersahaja!
0 comments:
Post a Comment